Panduan Lengkap SOAP, REST dan JSON

Panduan Lengkap SOAP, REST dan JSON

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai panduan lengkap SOAP, REST dan juga JSON. Pada SOAP, REST dan JSON semua akan ada hubungan dengan website yang menerapkan SOAP REST dan JSON.. Yang dimana kalian akan berkemungkinan besar untuk mengetahui akronim dan juga kesamaannya.

Pada Web Service tentunya mempunyai tanggung jawab untuk dapat mengkomunikasikan mesin-ke-mesin dengan cara online. Komputer menggunakannya untuk dapat berkomunikasi sata sama lainnya dengan melalui jaringan interner. Pada kebenarannya, itu merupakan antarmuka front-end pada situs web serta aplikasi yang tedapat di perangkat pengguna terakhir.

Ketika membahas mengenai cara membuat suatu layaan website, pada saat ini tedapat dua pendekatan utama yang bersaing: SOAP dan juga REST. Karena pada saat ini industri perangkat lunak menjadi suatu persaingan yang menyebabkan suatu perdebatan yang sengit. SOAP vs REST dapat kita samakan dengan TAB vs SPASI yang baru. Sanya saja untuk SOAP dan REST tidak berapa dalam kategori yang sama, untuk selanjutnya menambahkan lebih banyak konsep kedalam campuran seperti pada JSON.

Ada beberpa point yang akan dibahasa pada pembahasan kali ini yaitu:

  1. Perbedaan utama antara SOAP dengan REST
  2. Apa kepanjangan dari REST?
  3. Apa sajakah alasan utama menggunakan REST?
  4. REST dan JSON
  5. Apa kepanjangan dari SOAP?
  6. Tabel perbandingan SOAP dan REST
  7. Kesimpulan

Pada data terkait disimpan pada serser jarak jauh selanjutnya dikirim ke mesin klien melalui suatu API yang menyediakan suatu layanan web untuk pengguna dari pihak ketiga. Pada API dapat menggunakan suatu arsitekur yang berbeda untuk dapat mentransfer data dari server kepada klien.

Untuk waktu yang cukup lama, SOAP merupakan suatu protokol perpesanan yang dapat digunakan hampir dari setiap layanan website. Karena pada saat ini pengembang tentunya perlu membangun suatu aplikasi web dan selurer yang ringan, arsitektur REST yang lebih fleksibel dengan cepat akan mendapatkan polularitasnya.

Pada saat ini, sebagian besar layanan web publik tentnya sudah menyediakan REST API untuk dapat mentransfer data dalam format pertukaran data JSON.

Panduan Lengkap SOAP, REST dan JSON

Pada sat ini sebagian besar layanan website publik menyediakan REST API yang dapat mentransfer data dalam format pertukaran data JSON yang tentunya lebih mudah untuk digunakan. Namun, penggunaan perusahaan masih memilih SOAP untuk layanan website mereka.

Pada pembahasan kali ini akan menjelaskan perbedaan utama dari SOAP dengan REST. Yang tentunya menunjukkan bahwa meskipun memiliki tujuan umum yang sama, tetapi keduanya sangat berbeda jika dilihat dari sifatnya.

Kemudian kita juga akan mempelajari lebih dalam mengenai karakteristik dari setiap pendekatan layanan website. Teman-teman juga akan memahami dimana JSON coco dengan gambaran dari keseluruhan ini, serta kita juga akan menyimpulkan bahwa perbandingan “SOAP , REST dan juga JSON”.

Bahasan terakhir kita akan melihat suatu tabel secara mendetail yang membandingkan berbagai karakteristik dari pendekatan tersebut. Dan kalian juga dapat memilih kasus mana yang paling sesuai dengan yang sedang dialami.

Panduan SOAP, REST dan JSON Perbedaan Utama dari SOAP dengan REST

SOAP dan juga REST pada keduanya dapat memungkinkan kalian untuk membuat API yang kalian buat sendiri. API merupakan singkatan dari Application Programming Interface. Tentunya dapat memungkinkan untuk mentransfer data dari suatu aplikasi ke aplikasi lainnya. Pada API dapat menerima permintaan serta juga dapat mengirimkan kembali tanggapan melalui suatu prokotol internet seperti SMTP, HTTP dan lainnya.

Terdapat banyak situs web yang populer tentunya menyediakan API publik untuk para penggunanya, Misalnya, pada Goole Maps memiliki suatu REST API publik yang dapat memungkinkan kalian untuk menyesuiakan Google Maps dengan konten yang kalian buat. Terdapat banyak API yang telah dibuat oleh suatu perusahaan untuk pengguna yang internal.

SOAP dan juga REST merupakan dua buah gaya API yang dapat dikatakan mendekati pertanyaan transmisi data tentunya dari sudut pandang yang berbeda.

REST dibuat untuk dapat menangani masalah pada SOAP.

rest dan soap

SOAP merupakan suatu protokol yang standar yang dapat mengirimkan pesan menggunakan suatu protokol lain seperti HTTP dan juga SMTP. Spesifikasi pada SOAP merupakan standar website resmi, dipelihara dan juga dikembangkan oleh W3C yang mempunyai kepanjangan dari World Wide Web Consortium. Berbeda halnya dengan SOAP dan juga REST bukanlah suatu protokol tetapi merupakan suatu gaya arsitektur.

Arsitektur REST menetapkan seperangkat pedoman yang perlu untuk kita ikuti jika kalian ingin menyediakan suatu layan web RESTful, contohnya keberadaan stateless serta penggunaan kode status pada HTTP.

Karena SOAP merupakan prokol yang resmi, pada SOAP tentunya dilengkapi dengan aturan yang ketat dan juga fitur keamanan yang canggih seperti kepatuhan dan juga otorisasi ACID yang bawaan. Kompleksitas yang lebih tinggi tentunya membutuhkan bandwodth yang lebih banyak dan juga sumber daya yang didapat menyebabkan waktu pemuatan halaman menjadi lebih lambat.

REST dibuat untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi pada SOAP. Oleh karena itu tentunya memiliki arsitektur yang lebih fleksibel. Ini hanya terdiri dari suatu pedoman yang longgar dan juga memungkinkan pengembang dalama menerapkan rekomendasi dengan cara mereka sendiri. Ini tentunya memungkinkan format perpesanan yang berbeda seperti JSON, XML dan HTML. dan juga teks biasa, sementara untuk SOAP sendiri hanya mengizinkan XML. REST juga merupakan suatu arsitektur yang lebih ringan, sehinga layanan web RESTful dapat memiliki kinerja jauh lebih baik. Karena itulah, ini dapat menjadi sangat populer pada era handphone.

Panduan SOAP, REST dan JSON. Apa Kepanjangan dari REST?

REST merupakan singkat dari Representational State Transfer. Ini merupakan gaya arsitektur yang tentunya dapat menentukan sekumpulakn rekomendasi untuk dapat merancang aplikasi yang dapat digabungkan secara longga yang menggunakan protokol bernama HTTP untuk men transmisikan datanya. REST tentunya tidak menentukan cara menerapkan suatu prinsip pada tingkat yang lebih rendah.

Tetapi pada pedoman REST dapat memungkinkan pengembangan untuk dapat mengimplementasikan detail sesuai dengan kebutuhan dari mereka. Pada suatu layanan website yang dibangun mengikuti gaya arsitektur REST yang dapa kita sebut sebagai layanan web RESTful.

Untuk dapat membuat REST API, kalian dapat mengikuti beberapa cara dibawah ini:

  1. Uniform interface = Merupakan permintaan dari klien yang berbeda yang diharuskan supaya terlihat sama, contohnya, sumber daya yang sama tidak boleh memiliki banyak URI atau hanya boleh satu saja.
  2. Client-server-separation = Klien dan juga server tentunyaharus bertindak secara independen. Mereka tentunya harus dapat berinteraksi satu sama lainnya dengan melalui permintaan serta juga tanggapan.
  3. Statelessness = Pada bagian ini tidak boleh terdapat sesi pada sisi server. Pada setiap permintaan tentunya harus berisi semua informasi yang perlu diketahui oleh server.
  4. Cacheable resources = Merupakan respon server yang harus berisi informasi mengenai apakaha data tersebut yang mereka kitim dapat disimpan dalam bentuk cache atau tidak. Tentunya sumber daya yang disimpan dalam suatu cache harus datang dengan nomor versi sehingga klien dapat menghindari permintaan data secara berulang.
  5. Layered System = Merupakan beberapa lapisan server antara klien dan juga server yang dapat mengembalikan respons.
  6. Code on demand [optional] = Jika diperluan, untuk respon sendiri dapat berikan kode yang tentunya dapat dieksekusi misalnya Javascript dalam respons yang terdapat pada HTML yang dapat dijalankan pada sisi klien.

Apakah yang menjadi alasan utama menggunakan REST?

Pada sekarang ini, REST merupakan pilihan developer paling populer untuk dapat membangun API publik. Kalian tentunya dapat menemukan banyak contoh pada seluruh internet, terutama pada semua situs media sosial yang besar tentunya menyediakan REST API sehingga para pengembang aplikasi dapat mengintegrasikan aplikasi mereka dengan platformnya tersebut secara mudah.Pada API publik ini juga tentunnya dilengkapi dengan dokumentasi yang mendetail tempat kalian mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menarik data melalui API tersebut.

Misalnya seperti, Twitter yang memiliki sejumlah REST API publik yang semuanya melayani tujuan yang berbeda, contohnya seperti Search API yang darinya kalian dapat menemukan tweet historis, Pada Direct Message API yang dapat digunakan untuk mengirim pesan yang dipersonalisasi, serta Ad API yang tentunya dapat digunakna untuk mengelola suatu kampanye ikan kalian secara terprogram.

Untuk contoh yang lainnya yaitu WordPress REST API. Ini tentunya menyediakan titik akhir untuk tipe data WordPress sehingga dapat berinteraksi dari jarak yang jauh dengan suatu konten situs WordPress dan dapat mencapai hal yang sangat bagus seperti dapat membangun aplikasi seluler dengan WordPress. Menurut API Nordik, REST tentunya selalu lebi baik untuk API berbasis website, karena REST dapat membuat data tersedia sebagai sumber daya (misalnya pengguna) dibandingkan dengan suatu layanan seperti (getUser) yang merupakan cara SOAP beroprasi. Selain itu juga, REST dapat mewarisi operasi HTTP yang artinya kalian dapat melakukan suatu panggilan API yang sederhana dengan menggunakan kata kerja HTTP yang sudah kita kenal seperti GET, PUT, POST dan juga DELETE.

REST dan JSON

Pada arsitektur REST dapat memungkinkan penyedia API untuk mengirimkan data dalam berbagai format seperti teks biasa, XML, HTML, YAML dan juga JSON. Yang merupakan salah satu fitur yang paling diminati. Dari populernya REST, format JSON yang sangat ringan serta mudah dibaca oleh manusia juga dengan cepat mendapatkan suatu daya tarik, karena sangat cocok digunakan untuk pertukaran data yang cepat dan mudah.

JSON merupakan singkatan dari JavaScript Object Notation. yang marupakan format pertukaran data yang mudah diuraikan. Pada JSON sendiri sepenuhnya tidak menggunakan bahasa, sehingga dapat digunakan dalam bahasa pemrograman apapun, bukan hanya JavaScipt. Sintaknya merupakan bagian dari standard ECMA-262 dari Edisi ke-3 file JSON terdiri dari suatu kumpulan pasangan nama ataupun nilai serta daftar nilai yang diurutkan yang tentunya digunakan oleh sebagain besar bahasa pemrograman. Sebab itulah, JSON dapat dengan mudah untuk diintegrasikan dengan bahasa pemrograman apapun.

Untuk dapat melihat perbedaan antara XML dengan JSON, berikut merupakan kode dari suatu document API yang memungkinkan kalian dapat melakukan request serta menerima data dalam format JSON maupun XML.

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<authentication-context>
  <username>username_saya</username>
  <password>password_saya</password>
  <validation-factors>
    <validation-factor>
      <name>alamat_remote</name>
      <value>127.0.0.1:8000</value>
    </validation-factor>
  </validation-factors>
</authentication-context>

Untuk tampilan dari dari kode XML seperti potongan script diatas, jika menggunakan JSON maka hasilnya seperti berikut:

{
   "username" : "username_saya",
   "password" : "password_saya",
   "validation-factors" : {
      "validationFactors" : [
         {
            "name" : "alamat_remote",
            "value" : "127.0.0.1:8000"
         }
      ]
   }
}

Seperti yang dapat kalian lihat, JSON merupakan format yang lebih ringan serta tidak bertele-tele, dan juga tentunya lebih mudah untuk dapat dibaca maupun ditulis. DAlam kebanyakan kasus, tentunya sangat baik dalam hal pertukaran data melalui internet. Tetapi pada XML sendri mempunyai keunggulan misalnya dapat memungkinkan kalian menempatkan suatu metadata pada bagian tag dan juga dapat menangani canpuran konten dengan baik.

Apa Kepanjngannya SOAP?

SOAP merupakan suatu singkatan dari Simple Object Access Protokol. ini merupakan protokol perpesanan untuk dapat bertukar data dalam lingkungan terdesentralisasi dan terdistribusi. SOAP tentunya dapat bekerja dengan suatu protokol lapisan apapun seperti SMTP, TCP, HTTP ataupun UDP.

Ini tentunya mengembalikan data kepada penerima dalam format XML. Keamanan, otorisasi dan juga penanganan error dibangun kedalam protokol dan tentunya tidak seperti REST, protokol ini tidak mengasumsikan suatu komunikasi point-to-point secara langsung. Oleh karena itu, ia bekerja dengan baik dalam suatu lingkungan perusahaan yang tentunya terdistribusi. Pada SOAP sendiri mengikuti pendekatan formal serta juga standar yang dapat menentukan cara menyandikan suatu file XML yang dikembalikan oleh API. Pesan pada SOAP sebenanrnya merupakan suatu file XML biasa yang terdiri dari bagian-bagian yatu:

  1. Envelope (required) – Ini merupakan suatu tag awal serta akhiran pesan.
  2. Header (optional) – Berisikan atribut-atribut optional dari pesan. Tentunya memungkinkan kalian untuk memperluas pesan SOAP dengan cara modular serta terdesentralisasi.
  3. Body (required) – Berisikan data-data XML yang dikirimkan server kepada penerima.
  4. Fault (optional) – ini tentu membawa informasi mengenai kesalahan yang terjadi selama pemrosesan pesan.

Panduan SOAP, REST dan JSON. Alasan Utama Menggunakan SOAP

Untuk jangka pendek dan juga menengah, SOAP mungkin akan terus digunakan untuk layanan web tingkat perusahaan yang tentunya memerlukan keamanan tinggi serta transaksi yang kompleks. API yang diperuntukan untuk layanan keuangan, pembayaran, perangkat lunak CRM dan gateway serta layanan telekomunikasi merupakan contoh SOAP yang umumnya sering digunakan.

Salah satu SOAP dari API yang paling populer adalah API publik dari PayPal yang tentunya memungkinkan kalian menerima PayPal serta pembayaran kartu kredit, serta juga menambahkan tombol untuk PayPal kedalam situs website yang kalian miliki, untuk dapat memingkinkan pengguna masuk dengan PayPal serta melakukan tindakan terkait PayPal dan lain-lain.

Dukungan sistem warisan merupakan suatu argumen lain yang tentunya sering digunakan untuk dapat mengunakan SOAP. Pada layanan website populer yang telah berada sejak lama tentunya memiliki banyak pengguna yang masih terhubung ke layanan mereka mlalui SOAP API itu meruakan pemimpim pasar sebelum ada REST yang mendapatkan popularitasnya.

Salesforce, contohnya menyediakan SOAP dan REST API untuk setiap pengembang dapat mengintegrasikan salesforce dengan suatu platform mereka sendiri dengan menggunakan cara yang paling sesuai menurut mereka.

SOAP tentunya dapat menjadi solusi yang sangat baik dalam situasi yang dimana kalian tidak dapat menggunakan REST.

Selain itu juga, tentunya SOAP dapat menjadi suatu solusi yang sangat baik dalam situasu yang mana kalian tidak dapat menggunakan REST. Meskipun pada saat ini, sebagian besar dari penyedia layanan website menginginkan pertukaran permintaan dan respons.

Meskipun SOAP API secara otomastis tidak memiliki statelss, tetapi SOAP mendukung operasi stateful yang dapat diimplementasikan menggunakan spesifikasi WS- (Layanan website) yang dibuat diatas standar XML serta SOAP inti.

Kesimpulan

Pada pembahasan diatas sekarang kalian sudah memahami bahwa keduanya antar SOAP dan REST memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing meskipun REST merupakan gaya yang paling popiler saat ini, bukan berarti setiap Orang tidak lagi menggunakan SOAP.

Sifat dari masing-masing istilah yang sudah dibahas juga harus jelas bagi kalian serakang. SOAP dan juga REST merupakan pendekaran untuk dapat mengembangkan layanan website, meskipun keduanya berbeda – yang pertama merupakan protokol formal, sedangkan yang terakhir merupakan gaya arsitektur. Perbedaan sifat ini menimbulkan banyak erbedaan secara praktis, seperti yang sudah disampaikan pada pembahasan diatas.

Terakhis ialah JSON yang bukan merupakan protokol maupun gaya arsitektur. Sebaliknya, JSON merupakan format yang biasa dikaitkan dengan suatu layanan REST, meskupun demikian REST itu sendiri merupakan format agnostik. Artinya, meskipun JSON merupakan format yang paling populer dan banyak digunakan, tetapi rest memungkinkan kalian untuk menggunakan XML, tesks murni, HTML dan bahkan suatu format yang khusus.

Semoga artikel yang admin sampaikan dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi para pembaca, terimakasih telah membaca artikel ini mengenai Panduan Lengkap SOAP, REST dan JSON untuk artikel sebelumnya teman-teman dapat mengunjungi

Pengertian 7 layer OSI dan fungsinya.

Anna Monus – Raygun

By : Muhammad Rizal Supriadi

9 thoughts on “Panduan Lengkap SOAP, REST dan JSON”

  1. Wah ini rekomendasi tempat belajar tentang coding, yg tidak semua orang ngerti walaupun blogger yang sebenarnya sering bergelut dengan yang ada hubungannya dengan coding …

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *